Minggu, 13 September 2015

Berhenti sejenak tuk toleh kebelakang
Apa yang terjadi , dan kini renungkan
Diriku kau sakiti , dan terus kau sakiti
Hingga terbawa di mimpi burukku
Tubuhku terikat disisi bumi yang lain
Hilang hampa , di negeri yang tak ada bertuan
Yang ada hanyalah bayangan dirimu
Reff : kau pergi, tinggalkan diriku
Setelah kau sakiti , Tak Bernyawa
Kering nafas jiwa… Cinta tlah membunuh…diriku

MELATIH KECERDASAN SPIRITUAL ANDA

Latihlah kecerdasan spiritual yang telah anda miliki dengan mengenali dan menggunakannya. Mulailah dari hal yang kecil, dari kebiasaan sehari-hari. Contoh sederhana :

-          Mungkin selama ini, setelah mandi, anda gantungkan handuk dengan sembarangan, suara hati anda akan bicara : “Rapikan dengan sempurna!” Ikutilah, itu adalah suara hati sang Maha Teratur, Al Baari’ (Sang Maha Menata Keteraturan).
-          Saat membuang karcis tol, mungkin anda membuang dengan seenaknya, tetapi ada suara hati yang berbicara : “Jagalah kebersihan !” Ikutilah, itu adalah suara hati Sang Maha Bersih Al Hafiidz (Yang Maha Menjaga).
-          Mungkin selama ini anda sering berbohong, suara hati akan bicara : “Jujurlah !” itu adalah suara Sang Maha Benar, Al Mu’ izz (Yang Maha Membeningkan) dan Al Haqq (Yang Maha Benar).
-          Mungkin anda memberikan sumbangan kepada orang yang tidak punya. Kemudian anda merasa riya dan sombong. Tiba-tiba ada suara yang samar-samar berbicara : “Jangan mencari pujian!” Ingatlah, itu suara hati “hati-hati”, Al Raqiib (Sang Maha Pembaca Rahasia).
-          Anda baru saja membeli mobil baru, ada suara hati berbisik : “Jangan Sombong!” Ingatlah, itu suara hati Sang Maha Kaya, Al Ghanity (Sang Maha Kaya)
-          Anda sedang putus asa, tiba-tiba ada suara hati yang menyemangati : “Teruslah Berusaha!” itu adalah suara hati Sang Maha Besar, Al Matiin (Yang Maha Menggenggam Kekuatan)
-          Anda sedang berusaha menciptakan produk baru, ada suara hati suara hati yang berseru : “Berkereasilah!” itu adalah suara hati Sang Maha Pencipta dan Al Haadii (Sang Maha Penguak Hidayah)
-          Anda melihat orang miskin yang sedang kelaparan, ada suara berbisik : “Bantulah!” Itu adalah suara hati Sang Maha Penolong dan Ar Rahman (Sang Maha Pengasih)
-          Anda sedang malas dan tidak disiplin, ada suara hati yang lantang bertukas : “Disiplinlah!” Itu adalah suara hati Sang Maha Teratur, Al Wakiil (Sang Maha Pemanggul Amanat)
-          Anda memiliki tujuan yang kecil, ada suara yang berkata : “Berpikirlah besar dan bercita-citalah tinggi!” itu adalah suara Sang Maha Besar, Ar Rasyid (Sang Maha Penabur Petunjuk)
-          Anda baru saja mendapat rezeki. Tiba-tiba ada suara halus yang berkata : “Ingatlah kepada yang lain!” Hati-hati, itu adalah suara hati Ar Razzaq (Sang Maha Penabur Rezeki) dan Al Wahhaab (Sang Maha Penganugerah)

Teruslah berlatih hingga mata hati menjadi terbuka dan akhirnya mampu mendengar suara hati Anda dengan jelas. Lambat laun suara itu akan menjadi sahabat Anda, yang selalu memberi informasi maha penting. Namun tentu saja, dengan tak melupakan sarana logis otak sebagai pengolah dan pengasahnya. Sinergikan dengan hati-hati, kadang otak pun selalu bebas polusi dan suci dari hama.

Catatan :

Lakukan istighfar setiap hari memeriksa kesalahan diri (evaluasi diri).

Wassalam

Kisah uang Rp 1.000 dan Rp 100.000

Uang Rp.1000 dan Rp 100.000 sama-sama terbuat dari kertas, sama-sama dicetak dan diedarkan oleh Bank Indonesia. Pada saat bersamaan mereka keluar dan berpisah dari Bank dan beredar di masyarakat. Empat bulan kemudian mereka bertemu lagi secara tidak sengaja di dalam dompet seorang pemuda. di antara kedua uang tersebut terjadilah percakapan.

Kemudian Uang Rp.100.000 bertanya kepada yang Rp.1000, “Kenapa badan kamu begitu lusuh, kotor dan bau amis…? “

Dijawablah oleh Rp. 1000, “Karena aku begitu keluar dari Bank langsung berada di tangan orang-orang bawahan, dari tukang becak, tukang sayur, penjual ikan dan di tangan pengemis.”

Lalu Rp.1000 bertanya balik kpd Rp.100.000, “Kenapa kamu kelihatan masih baru, rapi dan tidak banyak berubah sejak keluar dari bank? “

Dijawab oleh Rp. 100.000, “Karena begitu aku keluar dari Bank, langsung disambut perempuan cantik dan beredarnya pun di restoran mahal, di mall dan juga hotel-hotel berbintang serta keberadaanku selalu dijaga dan jarang keluar dari dompet.”

Lalu Rp.1000 bertanya lagi, “Pernahkah engkau mampir di tempat ibadah?“

Dijawablah, “Belum pernah.”

Rp.1000. pun berkata lagi, “Ketahuilah bahwa walaupun keadaanku seperti ini adanya, setiap Jum’at aku selalu mampir di Masjid-masjid, dan di tangan anak-anak yatim, bahkan aku selalu bersyukur kpd Allah, Aku tidak dipandang manusia bukan karena sebuah nilai tapi karena manfaat…”

Setelah mendengar perkataan dari uang seribu itu, uang seratus ribu akhirnya menangis karena merasa besar, hebat, tinggi akan tetapi tidak begitu bermanfaat selama ini.

Subhanallah....

Semoga Allah selalu melimpahkan rezeki yang berlimpah dan halal, sehingga kita berkesempatan untuk bersedekah. Aamiin.

Makassar, 12-02-2014


Pay Crushergrind

SCARLET, Si induk kucing pemberani

Hmmm,...mungkin banyak org belum mengenal sosok Scarlet seperti apa, namun saya pribadi sangat begitu kenal Scarlet itu siapa dan bagaimana kisah perjuangannya dalam mempertaruhkan nyawanya demi anak-anaknya. Ya...mungkin sebelum saya memulai saya ingin mengatakan :

"Siapa sich yang tidak kenal dengan sosok kepahlawanan Scarlet, tentu saya mengenalnya donk"

Mari kita simak bersama-sama :)

Ini adalah sebuah kisah nyata tentang seekor kucing heroik yang berani mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan 5 ekor anaknya dari kebakaran. Kucing betina yang sangat pemberani tersebut bernama Scarlett.
Kisah tentang Scarlett terjadi pada tahun 1996. Saat itu Scarlett bersama dengan kelima anaknya tengah ditinggalkan di sebuah garasi yang terperangkap dalam sebuah kebakaran yang cukup hebat yang terjadi di Brooklyn.
Setelah petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api, mereka melihat seekor kucing betina yang perlahan lahan keluar dari dalam gedung dengan membawa anak-anaknya. Kondisi kucing betina tersebut sangat memprihatinkan. Telinganya hangus terbakar, matanya melepuh, dan sebagian besar tubuhnya hangus.
Kucing tersebut membawa anak-anaknya keluar ke tempat yang aman. Dan setelah memastikan kelima anaknya aman dengan mengenduskan hidungnya kepada anak-anaknya tersebut, si kucing betina pun langsung tergeletak tak berdaya.
Melihat kejadian itu, David Giannelli, petugas pemadam kebakaran yang menangani kejadian itu, segera membawa kucing indukan yang kemudian dikenal dengan nama Scarlett beserta kelima anaknya ke North Shore Animal League America.
Sekitar 3 bulanan Scarlett beserta kelima anaknya menjalani perawatan medis. Namun sayangnya satu dari lima anak kucing tersebut harus mati karena terkena virus. Setelah Scarlett dan keempat anaknya yang tersisa selesai menjalani perawatan medis, banyak sekali tawaran adopsi terhadap mereka. Tercatat ada sekitar 7000 pertanyaan yang diterima oleh North Shore Animal League America tentang adopsi kucing - kucing tersebut. Merekapun akhirnya diadopsi oleh beberapa keluarga yang berbeda.
Scarlett dan anak-anaknya harus berpisah karena mereka diadopsi oleh 3 buah keluarga yang berbeda. Scarlett sendiri diadopsi oleh keluarga Karen Wellen. Dan setelah hidup bersama keluarga itu selama 12 tahun, Scarlett pun akhirnya mati pada tahun 2008.
Kisah ini seperti menjadi sebuah sentilan yang sangat pedas kepada manusia, dimana akhir - akhir ini sering tersiar berita bayi dibuang karena hasil dari hubungan yang tidak wajar. Seharusnya kita malu, kucing saja mati-matian melindungi bayinya, kok remaja-remaja kita malahan seenaknya saja main-main membuat anak terus dibuang sembarangan begitu saja.

Makassar, 19 Maret 2014


Pay Crushergrind

Underground bukan Zionisme, urus saja keyakinan kalian sendiri >>> Balasan untuk FPI

Sebenarnya ini bukan sebuah hal yang baik untuk memulai hari Senin, ketika lagi lagi sebuah berita di koran terkenal Jakarta yaitu The Jakarta post membuat saya tertegun, terhenyak dan kemudian marah marah. Namun musti bagaimana lagi bereaksi, ketika kebodohan demi kebodohan terus saja dilancarkan untuk menyerang praktek kehidupan bertoleransi dan berdemokrasi.

Jika membaca terhadap pernyataan Farid Budi Fahri, yang konon seorang anggota senior fpi, serta seorang pakar musik Islam, yang menuduhkan bahwa musik underground beserta segenap variannya membawa misi zionisme, maka saya kemudian dengan tegas menolak dan balik mempertanyakan pengetahuan kesejarahan musik dan budaya dari saudara Fahri itu sendiri.

Underground memang lahir sebagai sebuah bentuk budaya tandingan. Namun kita harus memahami secara historis dan secara kontekstual akan budaya tandingan itu sendiri. Musik punk yang lahir di Inggris, disana memang harus terlahirkan sebagai sebuah bentuk tandingan terhadap sistem monarki yang menghegemoni sendi sendi kehidupan rakyat Inggris. Ketika ia menyebar ke seluruh dunia, ia tidak diserap secara mentah mentah, namun juga beradaptasi dengan kultur kultur lokal setempat. Di Amerika, ia menjelma menjadi hardcore, budaya tanding terhadap fasisme, rasialisme, diskriminasi serta kebijakan politik dan ekonomi bernama New World Order.

Demikian pula dengan musik Thrash Metal. Musik ini adalah sebuah bentuk kemarahan terhadap sistem sosial ala Barat, serta sebagai sebuah bentuk terapi psikologis terhadap segenap individu yang tidak akan pernah bisa fit didalam sistem sosial tersebut. Kita bisa menyimak hal tersebut dari lirik liriknya. Dan ini adalah fakta kesejarahan yang ada.

Black Sabbath lahir di sebuah kota penuh pabrik di Inggris yaitu Birmingham. Tentu saja lirik liriknya banyak terpengaruh kepada kemarahan kaum pekerja disana. Jika Ozzy Osbourne kemudian membawa bawa peti mati keatas panggung, maka itu adalah sebuah simbol kemarahan Black Sabbath terhadap sistem sosial pada saat itu.

Metallica, Megadeth, Anthrax, dll lahir di Amerika. Bisa kita lihat bahwa kultur dan sistem sosial disana sudah sangat dekaden, sehingga melahirkan sebuah tandingan bernama Thrash Metal. Lirik lirik yang ada tidak dengan serta merta menyerang, namun lebih kepada memberikan sebuah terapi psikologis terhadap segenap metalhead yang memang tidak akan pernah bisa fit dalam sistem sosial tersebut. Bahkan juga beberapa lagu dari dari kaum Thrash Metal Amerika itu sendiri sebenarnya sangat anti perang, sebagai contoh sebaiknya silakan disimak Holy War dari Megadeth. 

Lalu jika kita lebih melihat kepada permasalahan pencitraan yang terjadi dalam musik Metal, itu sendiri sebenarnya adalah sebuah ironi. Karena Metal sejak awal ia memposisikan diri sebagai anak haram peradaban Barat. Tengkorak, monster, binatang liar, serta segenap imaji rusak yang dibangun oleh kaum metalhead yang bisa kita lihat dalam citra citra Iron Maiden, Metallica, Sepultura, dll itu adalah sebuah cermin rusak dari peradaban Barat itu sendiri.

Lalu jika dituduhkan bahwa Metal membawa pesan pesan bersifat Satanic, maka sebaiknya saudara Fahri Budi yang konon seorang pakar musik ini lebih menilik dari kesejarahan atribut Metal dan juga kesejarahan penyebaran musik Metal. Simbol tiga jari dalam musik Metal dipopulerkan oleh Ronnie James Dio, seorang musisi metal era awal. Simbol itu dalam budaya orang Italia dan orang Latin adalah sebuah cara kuno untuk mengusir setan dan roh roh halus. Singkat kata, simbol itu adalah simbol tolak bala. Ia kemudian menjadi simbol dalam musik Metal sebagai sebuah bentuk citra ironis terhadap sistem sosial itu sendiri. 

Lalu jika menilik dari varian yang dibangun oleh musik Metal hingga ia disebut Satanisme, maka kita harus menilik kepada sejarah penyebaran musik Metal di Skandinavia yaitu Swedia, Norwegia, dll dan juga kepada konteks kultural dalam kehidupan Skandinavia itu sendiri. Swedia dan Norwegia adalah negara yang menjadi kampung halaman nobel perdamaian. Negara negara ini juga seringkali menjadi cermin keberhasilan budaya dan peradaban Barat. Namun ironisnya, disaat yang bersamaan diskriminasi juga terjadi dengan sangat keras disini. Diskriminasi ini terjadi dalam sebuah sistem sosial yang dikeluarkan oleh kebijakan kebijakan ala ajaran Nasrani. Disinilah musik Metal menemukan bentuk tandingannya, sehingga memunculkan varian bernama Death Metal, Black Metal dan Gothic Metal. Mereka memadu padankan musik Metal dengan budaya tradisional Skandinavia yaitu Viking sebagai tandingan terhadap diskriminasi sosial tersebut. Dan jika kita melihat penghancuran simbol simbol religius Nasrani dalam musik metal tersebut, maka itu adalah sebuah bentuk performance yang merepresentasikan terhadap diskriminasi yang dilakukan melalui kebijakan kebijakan ala Nasrani disana.

Saya sendiri menolak dengan keras jika kemudian diisukan bahwa musik musik underground membawa pesan pesan Zionisme dan kemudian semua orang menyukainya tanpa menyadarinya. Sebagai sebuah fakta, di Indonesia sendiri banyak kaum underground, entah itu punk, hardcore ataupun metal yang menolak terhadap Zionisme. Bahkan dalam dokumenter Global Metal yang disampaikan oleh Sam Dunn, Ombat personil band Tengkorak sendiri menyatakan bahwa ia anti Zionisme. Lagipula, contoh yang disampaikan oleh saudara Fahri yang seorang anggota senior fpi ini adalah lagu lagu dari John Lennon, yang notabene adalah seorang hippies dan bukan seorang pencetus atau pengikut gerakan underground. Sehingga hipotesa yang dilakukannya serasa tidak masuk akal dan jauh panggang dari api.

Lalu apa maksud dari fpi yang disampaikan melalui The Jakarta post ini ...
Jika saya mencoba menyimak, maka hal itu ada pada kalimat dimana musik underground menjauhkan anak muda dari nilai nilai keislaman.

Saya memberi contoh Kimung, eks personil band metalcore Burgerkill. Ia adalah seorang pemeluk islam dan juga seorang metalhead. Saya menyimaknya melalui beberapa tulisannya. Semasa kecil dan remaja ia memahami banyak ajaran Islam, dan kemudian selera musik metalnya mengajarkan sikap anti fasis dan anti diskriminasi. Titik potong terhadap kedua hal tersebut adalah saat ia menterjemahkan sendiri keyakinannya dalam sebuah sikap yang anti terhadap diskriminasi dalam bentuk apapun termasuk religi dan cenderung toleran terhadap segenap perbedaan yang ada. Apakah disini underground menjauhkannya dari ajaran Islam ... bisa saya jawab tidak ! Lagipula contoh mengenai Kimung bukan sebuah hal baru di Indonesia, karena saya juga mengenal banyak sosok underground yang disatu sisi juga masih meyakini ajaran agamanya.

Bagi saya sebuah produk budaya, apapun itu bentuknya akan selalu hidup dalam segenap hati para pengikutnya. Katakanlah marawis, kasidah, dll yang merupakan produk budaya Islam, apakah sekarang ia mati dan dilupakan jaman. Tidak, karena masih banyak orang yang juga melestarikan produk budaya ini. Sehingga sekalipun jaman telah berubah sedemikian drastis, dan satu bentuk budaya telah berganti budaya baru, namun tetap ada kaum kaum yang akan melestarikan produk produk budaya lama tersebut. Dan atas dasar inilah, maka saya lihat tendensi fpi dalam statement mereka di The Jakarta post adalah sebuah bentuk sikap insecure semata. Insekuritas yang jangan jangan dimasa depan bisa dipraktekkan dengan cara cara kekerasan dan fasisme. Gebuk, bacok dan sikat semua yang berbeda !

Indonesia bukan negara Islam sekalipun pemeluk agama terbanyak adalah Islam. Namun sekalipun suatu saat Indonesia menjelma menjadi negara teokrasi Islam dan demokrasi ditindas dengan fasisme religius, saya tetap meyakini bahwa musik underground mulai dari punk, hardcore, metal, dll akan tetap hidup di hati dan sanubari mereka yang mengimaninya. Ambil contoh saja Acrassicauda, band heavy metal asal Irak. Sekalipun kepala mereka diburu oleh kaum fundamentalis Islam baik dari Sunni maupun Syiah, namun selamanya mereka tetap menjadi seorang metalhead asal Baghdad. Seseorang tidak akan pernah bisa memaksakan nilai nilai tertentu untuk diyakini oleh orang lain, karena mereka sendiri pun memiliki nilai nilai tertentu yang mereka yakini dan merupakan yang terbaik yang dibentuk dari kehidupan mereka sendiri.

Agama adalah sebuah jalan humanisme, namun jika ia dipaksakan untuk menindas nilai nilai yang diyakini oleh orang lain, maka apa bedanya agama dengan Zionisme ... dan ini adalah sebuah pertanyaan balik saya untuk saudara Fahri Budi yang konon pakar musik dan anggota senior fpi ini.

Kata Renungan Master Shih Cheng Yen

108 kata renungan dari Master Shih Cheng Yen, 3 yang pertama:
1. Orang bodoh membangun tembok pemisah dalam hatinya, orang bijaksana merobohkan tembok pemisah tersebut dan hidup berdampingan secara damai dengan orang lain.
2. Kesuksesan yang paling besar dalam hidup adalah bisa bangkit kembali dari kegagalan, dan
3. Ada dua hal yang tidak bias ditunda dalam kehidupan: berbakti kepada orang tua dan melakukan kebajikan.