Minggu, 18 Oktober 2015

Jatuh cinta stadium akut,Menyebabkan gejala mabuk cinta,karna racun cinta bisa menyebabkan yng namanya aqalotoksik dan gejala klinis lainya Yang dipikirkannya dia, gak bisa hidup tanpa dia. Kemana-mana ingin sama dia, nunggu kabar dia.Ingin diperhatikan dia.
Nah obat dan terapi terbaik adalah
1. Logika
2. Tuhan sudah memberikan kita kebebasan memilih yaitu, ada jalan yng melalui ridhony sndri,dan ada jalan nya yng mllwi prantara iblis, jadi tinggal dipilih obatnya,

Senin, 21 September 2015

Jika negeri ini adalah....

Jika negeri ini adalah Korea Utara, maka kelaparan adalah hal biasa. Belasan juta penduduknya setiap tahun kekurangan pangan, perut lapar, salju turun, membuat menggigil kedinginan. Anak-anak kurus, tatapan mata suram. Dan tidak ada satupun yang bisa berteriak protes, atau peluru akan menghajar kepala. Jika negeri ini adalah Korea Utara, tidak ada film-film asing, tidak ada lagu-lagu asing, menonton sinetron tertentu dianggap kriminalitas, memainkan sebuah lagu yang salah bisa berakhir di tiang gantungan. Jika negeri ini adalah Korea Utara, mulut-mulut hanya tersumpal diam, jangan tanya facebook, twitter, dsbgnya, jaringan internet dan HP pun dikendalikan penuh penguasanya.
Jika negeri ini adalah Suriah, maka peperangan adalah hal biasa. Ledakan rudal, rentetan peluru, seperti suara jangkrik di malam hari. Percik nyala api, berdentum tinggi, asap menggumpal, menjadi latar biasa saja menuju sekolah dan kantor. Anak-anak hidup bersama kematian yang mengintai. Pangan susah didapat, pekerjaan apalagi. Setiap hari perang saudara meletus. Dan jutaan rakyatnya berjalan tanpa alas kaki mengungsi. Berusaha pergi ke tempat yang lebih baik melewati perjalanan mengerikan. Anak-anak mati di atas kapal, tubuh kurus kering tanpa daya terkapar tontonan lumrah. Menangis? Sudah kering air mata. Jangan tanya update instagram, hei, mereka tidak akan sempat selfie lantas bilang, "sedang terombang-ambing dikapal lima hari."
Jika negeri ini adalah Palestina, maka disaat negara-negara lain bersuka-cita merdeka puluhan tahun, mereka harus terus terbiasa hidup dalam jajahan. Anak-anak kehilangan orang tuanya. Dinding rumah berlubang oleh peluru seperti hiasan saja. Mereka terus tersingkirkan, tanah mereka terus dihabisi penjajah. Terus terhimpit tanpa bisa melakukan apapun. Melawan? Dituduh teroris. Sama seperti pejuang kemerdekaan negeri ini dulu yang juga dituduh ekstremis oleh penjajah. Berteriak tidak terima? Dibungkam dengan mitraliur. Tidak bisa protes, tidak bisa berteriak marah, atau sekutu penjajah akan menyumpal mereka. Listrik sering dimatikan penjajah, air PAM, dan yang lainnya jangan tanya. Hidup mereka "abadi" dalam jajahan.
Tersenyumlah. Bukan karena hidup kita sudah sempurna bahagia, tapi sebagai rasa syukur. Terima kasih, kita tidak hidup sesusah orang lain.
*Tere Liye

Jumat, 18 September 2015

Falasi meraih simpati

Apabila kebenaran digeruni...
Apabila kebenaran tersingkap...
Apabila kesilapan terbongkar....
Apabila kesilapan terserlah....
Maka mereka mulai panas..
Apa modal untuk berhujah?
Tiada apa yg boleh disangkal
Apa modal untuk berlawan?
Tiada apa yg boleh dibangkang
Lalu mereka cuba merombak warna
Yang kotor dipalit putih
Yang noda ditampal putih
Namun masih terserlah kesan pembohongan
Masih tertompok coret hitam haloba
Lalu mereka giat menulis ayat Tuhan
Di atas palitan putih
Supaya penonton bersimpati dan memuji
Supaya penonton terus menafikan kebenaran
Rakus manusia bermaharajalela
Falasi meraih simpati
Munafik....

yayat


kisah cinta ku..

inilah cerita tragis cintaku
tentang si lulu pacarku yg dulu
sering aku mati dalam cemburu
dia bercinta dengan sahabatku
terakhir kekasihku namanya siti
rajin mengaji, jago bikin puisi
aku cinta padanya setengah mati
kini dia pergi tak kembali
reff:
mengapa cintaku begini
selalu ku ditinggal pergi
apa mungkin ini takdirku
menjadi jomblo sejati
mengapa cintaku begini
selalu ku ditinggal pergi
akankah suatu hari nanti
akan datang padaku sang putri
itulah cerita tragis cintaku
tentang si lulu pacarku yg dulu
tentang si siti yg baru pergi
dan cintaku kembali sendiri

Kamis, 17 September 2015

Menghibur diri sendiri

Dalam banyak situasi, kadang, menghibur diri sendiri itu tidak mudah.

Saat gagal tes masuk sekolah yang dicita-citakan, sudah mati-matian belajar, sudah berusaha habis-habisan, tapi mau dibilang apa, nama kita tidak ada di koran pengumuman. Mata jadi basah, kecewa dan sedih. Ingat orang tua yang berharap banyak. Ingat teman-teman yang lulus dan bersuka-cita. Dalam situasi ini, menghibur diri sendiri tidak selalu mudah. Berat sekali membujuk hati, bilang, "Hei, masih ada kesempatan lainnya." "Hei, dunia belum kiamat, loh. Masih ada sekolah lain. Masih ada tahun depan." Dan ribuan kalimat penghibur lainnya--yang tetap tidak mencegah bulir air mata kita tumpah. Omong-kosong semua kalimat-kalimat motivasi itu. Terisak menangis.

Saat mendapatkan nilai-nilai jelek, saat kenyataan tidak sesuai harapan, ketika disakiti, ketika menginginkan sesuatu dan tidak tercapai, saat kehilangan sesuatu yang disayangi, ditinggalkan pergi, hampir setiap hari hidup kita memiliki masalah, satu-dua serius sekali, namanya juga hidup, maka di titik-titik inilah, kita butuh kalimat yang menguatkan hati. Motivasi yang menegakkan kaki. Dan mungkin benih harapan-harapan baru yang akan membuat tersenyum. Tapi itu kadang tidak mudah. Susah payah. Karena memang, sejatinya, menghibur diri sendiri tidak selalu mudah.

Oleh karena itu, itulah guna-gunanya buku-buku yang baik. Saat kita kehabisan pegangan, baca buku-buku tersebut. Tidak mengapa membacanya dalam kondisi paling sedih, karena biasanya, justeru kalimatnya akan lebih meresap, nasehatnya akan lebih terasa. Milikilah buku-buku terbaik yang kalian anggap bisa menjadi penghiburan, yang setelah membacanya, perasaan akan lebih lega.

Jika tidak suka membaca buku, juga ada pilihan lain. Film-film. Ada banyak film legendaris, yang bukan saja ceritanya menghibur dan menyenangkan, tapi juga menginspirasi, membuat kita merasa ada nyala api baru di dalam dada. Tidak mengapa menontonnya sambil tersedu, saat menontonnya, berbisik dalam hati, cerita film ini kenapa mirip kondisi saya. Tidak mengapa, dia tetap penghiburan terbaik.

Bagaimana kalau tidak suka buku, pun tidak suka film? Cari hal lain. Mungkin ada kawan lama yang suka mengoleksi kaset ceramah Zainuddin MZ (diantara kalian pasti ada yang kenal dai kondang ini), saat dia bete, dia putarlah itu ceramah lawas. Sambil tiduran, menatap seekor cicak di plafon kamar. Habis kasetnya, dia akan menghembuskan nafas panjang. Atau mungkin putarlah lagu-lagu terbaik dari penyanyi-penyanyi hebat. Dengan lirik lagu yang entah kenapa gue banget. Saat sedang kecewa, putarlah itu lagu, saat gagal, putarlah juga itu lagu, aduh, terasa menusuk ke dalam hati. Inilah hidupku. Akan kulewati. Selesai lagu itu diputar, kita bisa tersenyum meski tipis. Atau ambil buku mewarnai, kemudian tenggelam asyik mewarnai. Atau blogwalking, membaca blog2 di internet. Ada banyak sekali pilihan penghiburan.

Hidup ini memang tidak selalu berjalan sesuai mau kita, karena sopir sesungguhnya kehidupan bukan kita. Kadang kita bertemu jalan berbelok curam, lantas terpelanting jatuh. Kadang bertemu lembah dalam, terlempar jauh. Ayo bangkit, kawan, kita tetap harus melanjutkan perjalanan, semoga di depan jalanan landai dan mulus.

Ingatlah baik-baik: Dalam banyak situasi, kadang, menghibur diri sendiri itu tidak mudah. Itu betul sekali. Tapi bukan berarti mustahil untuk dilakukan. 

Selasa, 15 September 2015

puncak gunung tambora

Gunung Tambora terletak di pulau Sumbawa yang merupakan bagian dari kepulauan Nusa Tenggara. Gunung ini adalah bagian dari busur Sunda, tali dari kepulauan vulkanik yang membentuk rantai selatan kepulauan Indonesia. Tambora membentuk semenanjungnya sendiri di pulau Sumbawa yang disebut semenanjung Sanggar. Di sisi utara semenanjung tersebut, terdapat laut Flores, dan di sebelah selatan terdapat teluk Saleh dengan panjang 86 km dan lebar 36 km. Pada mulut teluk Saleh, terdapat pulau kecil yang disebut Mojo.
Selain seismologis dan vulkanologis yang mengamati aktivitas gunung tersebut, gunung Tambora adalah daerah untuk riset ilmiah arkeolog dan biologi. Gunung ini juga menarik turis untuk mendaki gunung dan aktivitas margasatwa.Dompu dan Bima adalah kota yang letaknya paling dekat dengan gunung ini. Di lereng gunung Tambora, terdapat beberapa desa. Di sebelah timur terdapat desa Sanggar. Di sebelah barat laut, terdapat desa Doro Peti dan desa Pesanggrahan. Di sebelah barat, terdapat desa Calabai.
Terdapat dua jalur pendakian untuk mencapai kaldera gunung Tambora. Rute pertama dimulai dari desa Doro Mboha yang terletak di sisi tenggara gunung Tambora. Rute ini mengikuti jalan beraspal melalui perkebunan kacang mede sampai akhirnya mencapai ketinggian 1.150 m di atas permukaan laut. Rute ini berakhir di bagian selatan kaldera dengan ketinggian 1.950 m yang dapat dicapai oleh titik pertengahan jalur pendakian.Lokasi ini biasanya digunakan sebagai kemah untuk mengamati aktivitas vulkanik karena hanya memerlukan waktu satu jam untuk mencapai kaldera. Rute kedua dimulai dari desa Pancasila di sisi barat laut gunung Tambora. Jika menggunakan rute kedua, maka kaldera hanya dapat dicapai dengan berjalan kaki.